dua minggu….
weh… dah lama juga ga isi² bulletin lagi. dikarantina 2 minggu lebih, terisolasi dari dunia luar (huheuhuehe… padahal ndak seserem itu, seh). ada banyak cerita yang bisa diambil dari masa yang 2 minggu ini. entah itu dalam hal kerjaan, persepsi akan suatu hal, bahkan sampai interaksi antar sesama ‘pengabdi’ di negeri ini, atao cerita² yang mayan serem di lingkungan wilayah kita berjuang selama 2 minggu
tapi yang jelas, satu hal penting yang bisa gw ambil dari kepergian gw 2 minggu kmaren itu adalah makna sebuah persahabatan. walaupun singkat, tapi rasa senasib sepenanggungan bisa menimbulkan rasa kebersamaan yang lebih kuat daripada orang yang ada di sekitar kita lebih dari masa itu. kebersamaan bisa memicu rasa peduli, hal yang sangat langka di jaman seperti sekarang ini, dikala semua orang berlomba untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan mengatasnamakan kepentingan bersama.
satu hal yang menarik, bahwa seluruh pelayan negeri ini sudah mendapatkan hal² yang seharusnya mereka lakukan untuk mengabdi kepada negeri ini. tapi…. knapa sampe saat ini mutu pelayan² itu justru engga karuan? yang disebut² orang sbagai KKN smakin merajalela. gw jadi bingung… yang salah dimananya, yak? padahal materi yang diberikan bobotnya bener² deh bikin otak lelah nerimanya, ampe mata tak kuasa lagi menahan lelahnya otak
di hari terakhir diberikan tes yang memberi gambaran terhadap ‘kemampuan’ seorang pelayan negeri ini untuk mengabdi pada negaranya. dan jika ternyata mreka LULUS, bukankah seharusnya hal² terkutuk yang menjadi salah satu penyebab keterpurukan negeri ini tidak seharusnya terjadi? mungkin karna yang diujikan adalah hanya sebatas hafalan, maka setelah diujikan maka akan dilupakan? ah… ngomong apa sih gw… setelah ini gw juga harus menentukan langkah gw di kemudian hari. pilihan berat menghadang… masuk ke jaring-jaring benang kusut, atau "diluar jalur" dengan kondisi yang (kemungkinan besar) terkucilkan? smoga Yang diAtas memberi bimbinganNya biar gw bisa ambil jalan terbijak di kemudian hari… amin…
Sabtu (1/10/05)…. sirene meraung² silih berganti melalui kita² yang lagi asik berdendang dan menari dalam sebuah malam penuh keakraban. tak terlintas hal buruk sedang terjadi… sampai seorang rekan terhenyak membaca sebuah pesan dalam ponselnya…. Bali (kuta+jimbaran) dibom!!! serentak beberapa orang berhamburan menuju televisi terdekat, sebagai satu²nya sarana komunikasi, karena jalur ponsel sepertinya sudah overloaded… sejam lamanya menanti, akhirnya berita tersebut terlihat juga… akh… beberapa orang menghela nafas, menanti kepastian kerabatnya bukan seorang dari korban² kekejaman bom yang meledak malam itu. beberapa orang lagi menangis, membayangkan kerabatnya sedang ada di dekat lokasi kejadian saat itu walaupun belum pasti kabarnya. beberapa orang lagi mengumpat, menghujat, memaki, menuangkan kekesalannya dalam kata² tak sedap di telinga atas kelakuan orang² tak bertanggung jawab yang tidak tau apa² tentang artinya kedamaian dan ketentraman. AKu?? hanya terdiam… merenung… Tuhan… inikah peringatanmu bahwa di negeri ini sudah dipenuhi oleh orang² berotak tidak waras yang sudah kehilangan hati nuraninya… Tuhan… lindungilah negeriku.. apapun yang terjadi, ini adalah tetap negeriku tercinta….
cerita diakhiri senin (3/10/05) semua berakhir dengan banyak tanda tanya dihati… kemanakah arahku setelah hari ini? ku hanya bisa berusaha….. negeriku… aku berjanji hanya padamu, aku kan menjadi pelayan dan pengabdi terbaik yang pernah kau miliki… semoga Tuhan melancarkan segalanya untukmu…. amin
October 10th, 2005 at 3:26 am
Hiks…hiks….huaaaaaaa……
October 11th, 2005 at 2:00 am
heleh… anak sapa seh nyasar ke sini? hehehehehe