Ihik…. Negeriku…
di tengah hingar bingarnya masalah membanjirnya beras impor (gelap) di pasaran, tersiar kabar saudara yang kelaparan di ujung sana. hmm… inikah yang namanya makmur? janji selalu tinggal janji. inikah hasil kenaikan gaji + tunjangan selangit dari wakil rakyat dan pemerintah? ck.. ck.. ck.. mungkin saking pinternya mreka jadi sampe ndak punya yang namanya HATI NURANI.
Seperti biasa, kalau sudah terjadi bencana seperti ini, menteri, gubernur, dan bupati sibuk dan berbondong-bondong datang memberikan bantuan makanan maupun obat-obatan. Apakah menjadi ciri kita menunggu orang mati dahulu dan baru kemudian bertindak dan memberi perhatian? -http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/10/taj01.html-
hmmm… pernyataan yang menggelitik bwat gw. Apa semua hanya sebatas mencari popularitas dan simpati? apakah hanya berkedok politik belaka? ketika sebuah nilai kemanusiaan tertutup oleh kepentingan-kepentingan ga jelas dari orang-orang yang (dari sononya?) ga jelas juga… *sigh*