Sinetron lagi… lagi2 sinetron

August 28th, 2007 by ariepd

tadi di perjalanan sempet nyambi ndengerin salah satu stasiun radio, sempet dibahas tentang keprihatinan warga (surabaya) akan tayangan sinetron yang ndak abis2nya menjual mimpi dan smakin ndak jelas juntrungannya.
ada beberapa komentar yang sempet gw inget. sbagian besar seh intinya bilang …ya itu… menjual mimpi sehingga menimbulkan semacem tren konsumtif di kalangan muda kita dan juga berharap sebuah kesuksesan yang serba instan tanpa harus kerja keras yang ‘wajar’. memaksakan keterlibatan dalam sebuah gaya idup yang ndak sesuai dengan kondisinya saat itu. bahkan cenderung dibuat seakan2 hal tersebut menjadi sebuah ‘tren’ yang harus diikuti oleh anak muda jika ingin disebut ‘gaul’. Dan yang smakin jadi masalah, banyak anak muda yang terjebak dalam ‘tren’ yang nurut gw lebih cenderung negatif itu, dan yang menjadi ‘korban’ adalah sang orang tua yang cenderung disusahkan dalam sisi ekonomi selain beban dalam tanggung jawabnya sebagai orang tua.
entah lah.. biar yang berwenang aja yang menjawab ke depannya…..

tak sabar ku nanti esok

August 22nd, 2007 by ariepd

terkantuk malam ini ku menatap seutuh bentuk bujursangkar yang memberikan lukisan berubah sesuai kehendak ku. dengan selembar pad bertombol ku tuliskan untukmu, tak sabar ku nantikan hari esok tuk berada tepat di sisi mu. menantikan hari dimana tepat saat itu ku bersua dirimu lebih dari sekedar maya tak berbentuk tak bersuara untuk pertama kali nya. ku sayang dirimu, kurindu dirimu… ku kan datang dengan kepakan sayap kakunya tuk segera hampiri dirimu dalam canda tawa hujani hari disaat kita rayakan hari bersejarah tuk pertama kalinya jua……

asa rasa asa-ku

August 17th, 2007 by ariepd

ratusan malam terangkum satu
lewat masa melawan kata
sua sudah entah berbilang
dalam berjuta nyanyi dan tari
tercatat dalam sembunyi
tak pernah temu kata jemu
wahai engkau bidadari
ucap ku seribu ingin
terimpikan indah dirimu dalam dekapku
sejuk senyum di bibir ranum
bersatu rasa bersatu asa
mendekap raga sepenuh jiwa
takkan jarak memisah
takkan waktu mengubah

-aRie-

dewasa…

July 19th, 2007 by ariepd

sebenernya ukuran sebuah kedewasaan itu berdasarkan apa, yak? gw bingung aja. Soalnya yang gw liad dari kecenderungan orang-orang menilai kedewasaan itu dari umur mreka. Hmmm… tapi kalo gw bilang, umur seseorang akan nentuin kadar ke-tua-an dirinya. hehehhehe…
emang sih umumnya kedewasaan itu tumbuh sejalan bertambahnya umur. Tapi batasan umur untuk seseorang menunjukkan kedewasaan itu ndak pernah ada. Bahkan mungkin anak umur 17 taon pun bisa jauh lebih dewasa dari mas/mbak yang umurnya 2x lipat atao bahkan sekian kali lipatnya.
ya… entah lah. Batasan sebuah kedewasaan itu juga tergantung sudut pandang orangnya. dewasa di satu sisi belom tentu di sisi yang laennya. So… gw nyante aja. Dibilang dewasa syukur… dibilang masih anak2 ya tambah bersyukur… heheheheh

Lonely Day

July 19th, 2007 by ariepd

-Phantom Planet-

I could tell from the minute I woke up
It was going to be a lonely lonely
lonely lonely day.
Rise and shine rub the sleep out of my eyes
And try to tell myself I can’t
go back to bed
It’s gonna be a lonely lonely lonely lonely day.
Even though the sun is shining down on me and I should feel
about as happy as can be
I just got here and I already want to leave
It’s gonna be a lonely lonely lonely lonely day

Everybody knows that something’s wrong
But nobody knows what’s going on
We all sing the same old song
When you want it all to go away
It’s shaping up to be a lonely day

I could tell from the minute I woke up it was going to be a
lonely lonely lonely lonely day

Numb

July 18th, 2007 by ariepd

pengen gw treak malem ini… treak sekenceng mungkin bwat nglepasin rasa ‘aneh’ yang lagi anteng2nya nangkring dalam diri gw sehari penuh ini. Tapi apa daya… daripada digiring bapak RT karna disangka gila atao ksurupan, jadi  gw urungin deh… *sigh*
ndak krasa lagu2 brutal nemenin gw malem ini didampingin segelas susu coklat anget. Biar ndak nyambung, paling ndak mreka stia nemenin gw ngliwatin malem ‘aneh’ gw.. anget nya susu coklat bercampur panasnya lagu bikin gw kringetan. tapi rasa ini ndak juga mau minggat.. *sigh*
Bahkah blog yang gw mo posting ini tambah ndak keruan…. so.. mending gw akhiri dulu malem ini sampe di sini…… banyak tugas berkoar2 untuk segera diselesaikan…

……………
when my time comes, forget the wrong that i’ve done
…………..
~LP~

Easier To Run

May 4th, 2007 by ariepd

It’s easier to run
Replacing this pain with something numb
It’s so much easier to go
Than face all this pain here all alone

Something has been taken from deep inside of me
The secret I’ve kept locked away no one can ever see
Wounds so deep they never show they never go away
Like moving pictures in my head for years and years they’ve played

(If I could change I would take back the pain I would)
(Retrace every wrong move that I made I would)
(If I could stand up and take the blame I would)
(If I could take all the shame to the grave I would)
(If I could change I would take back the pain I would)
(Retrace every wrong move that I made I would)
(If I could stand up and take the blame I would)
(I would take all my shame to the grave)

[Chorus]
It’s easier to run
Replacing this pain with something numb
It’s so much easier to go
Than face all this pain here all alone

Sometimes I remember the darkness of my past
Bringing back these memories I wish I didn’t have
Sometimes I think of letting go and never looking back
And never moving forward so there’d never be a past

(If I could change I would take back the pain I would)
(Retrace every wrong move that I made I would)
(If I could stand up and take the blame I would)
(If I could take all the shame to the grave I would)
(If I could change I would take back the pain I would)
(Retrace every wrong move that I made I would)
(If I could stand up and take the blame I would)
(I would take all my shame to the grave)

Just washing it aside
All of the helplessness inside
Pretending I don’t feel misplaced
It’s so much simpler than change

[Chorus]
It’s easier to run
Replacing this pain with something numb
It’s so much easier to go
Than face all this pain here all alone

It’s easier to run
(If I could change I would take back the pain I would)
(Retrace every wrong move that I made)
It’s easier to go
(If I could change I would take back the pain I would)
(Retrace every wrong move that I made I would)
(If I could stand up and take the blame I would)
(I would take all my shame to the grave)

kartini-kartini yang teraniaya….

April 21st, 2007 by ariepd

tanggal 21 April kemaren kita peringatin hari kartini yang intinya adalah tentang jasa ibu kartini yang memperjuangkan harkat,derajat dan martabat wanita bla.. bla.. bla……
yah, gw ndak mau ngucap segala sesuatu yang hanya sebatas di mulut doang. sesuatu yang kesannya selalu anget-anget t** ayam. cuman sebatas tanggal 21 April doang, setelah itu terlupakan. mbok ya kalo bisa itu bla-bla-bla bisa anget-anget t** kebo gitu. dan itu dah jelas gw buktiin hari ini. sehari lepas dari tanggal 21 April, brapa orang sih yang masih lantang bersuara…. wanita Indonesia belum merdeka.. wanita Indonesia masih terjajah.. wanita Indonesia masih teraniaya… dan laen sebagainya yang sejenis, sebangsa, sespesies…
memang kadang ada yang memaknai keadilan terhadap pengakuan gender itu sedikit (ndak jarang banyak) berlebih. Persamaan yang dimaksud bukanlah bener-bener sama. Tapi sederajat. Diakui dan diperlakukan dengan baik, memandang sama sebagai satu sosok makhluk ciptaan Nya. Tuhan menciptakan pria dan wanita sebagai sosok yang berbeda, karena memiliki tugas dan tanggung jawab nya masing-masing untuk saling melengkapi. Untuk menciptakan keindahan dan kesempurnaan dalam kehidupan manusia, khususnya nanti saat mengayuh bahtera rumah tangga. dowh, dah deh… entar malah jadi muluk-muluk ngomongnya. ndak enak, bikin eneg….
tapi gw ndak perlu jauh-jauh nyari contoh. sekitaran pergaulan gw aja dah keliatan banget banyak sang kartini yang terkekang oleh arogansi pemikiran pria yang ga mau dikalahkan. memang itu insting alami dari makhluk idup, tapi seorang manusia dengan kemampuan berpikir, bernalar, dan bersikap (yang konon ceritanya disebut anugrah dari Nya) lebih tinggi dari makhluk laen napa malah jadi lebih buruk?
contoh pertama ….. temen sepekerjaan gw. seorang wanita yang berusaha keras untuk memikul beban tanggung jawab tugas yang diberikan kantor sebaek mungkin, sekarang malah lagi puyeng ngurusin kasus KDRT yang nimpa dia beberapa waktu lalu. Tapi apa yang terjadi, saudara-saudara? yah… kasusnya keliatan lemah, karena keadilan yang didengung-dengungkan untuk melawan kekerasan dalam rumah tangga cuman jadi omong kosong… jadi letoy di hadapan seorang yang memiliki pengaruh dengan kekuatan duit. Ndak heran seh keadilan di negeri kita selalu memiliki arti yang rancu, cenderung berupa kemenangan kepada yang berduit… *sigh* …. jadi, apakah sang kartini yang gw sendiri kagumi kinerja dan perjuangan demi anak-anaknya mendapatkan suatu kehidupan yang layak (dalam lingkungan yang baik) sudah memperoleh hak nya? yang gw liad hanya seorang kartini yang teraniaya….
Kartini kedua yang ndak ndapetin perlakuan yang dinantikan dari orang yang diharapkan adalah temen gw sendiri. dowh.. entah brapa kali dia dah berkeluh kesah tentang sang suami yang kelakuannya bener-bener kaya’ anak kecil. kalo sudah nyangkut urusan rumah tangga yang seharusnya dipikul bersama, langsung dia nya belagak blo’on (atao emang blo’on, yak? :D) dengan berbagai alasan mangkir dari tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga. Tapi kalo dah kepentingan pribadi, dowh… nuntut nya ndak tanggung-tanggung pake acara marah plus mbentak. kesiannya gw seh anaknya yang masih kecil langsung mlungker ketakutan. Jadi ya… urusan rumah tangga hampir 100% dipikul temen gw. lah… ya apa bukan perlakuan ndak senonoh namanya? belom lagi kelakuan-kelakuan ‘aneh’ laennya yang ndak seharusnya dilakukan oleh seorang kepala rumah tangga (makanya mangkel-mangkel gw bilang, tuh orang ndak usah dianggep ada aja… heheheh… *kejam.com*).. yah… begitu lah… satu lagi kartini yang ‘teraniaya’…

dan masih banyak lagi contoh yang kebetulan bisa gw tau secara langsung. Jadi…. sejauh mana hari kartini memberi ‘tamparan’ kepada bangsa ini bahwa kita masih memandang wanita dengan sebelah mata (itu pun radha merem)…. di tengah ketidakberdayaan, gw berusaha sebisa mungkin dalam skala yang tentu ga besar. gw berusaha ndak pernah kenal hari… bahkan  terus terang, hari kartini pun hampir gw lupa kalo di tipi ndak gembar-gembor pake kebaya dan laen-laen biar berkesan kartini banget gitu (tapi esok harinya dah ngeluh kalo pake pakean kebaya plus kaen itu repot banget dan kurang nyaman *dowh*).. yah.. begitu lah..

out of the box

March 13th, 2007 by ariepd

haruskah kita selalu terkekang pada batas-batas pemikiran yang ada? tenggelam dalam ke-mode-an yang berkembang? padahal lepas dari keterkekangan tersebut akan memberikan kita sudut pandang yang berbeda dan lebih luas, yang bakal men-trigger secara otomatis kreativitas kita untuk memberikan sesuatu yang baru, beda, dan lebih berwarna
sayang seribu sayang… sejauh mata gw memandang, banyak terlihat orang-orang yang bangga akan keterkurungannya dan membuat kotak-kotak yang lebih kecil dan kuat, yang menyeret banyak orang menjadi tak berdaya untuk tidak mampu atau, bahkan lebih parah, tidak mau untuk berkata tidak.

so… apakah bangsa yang berwarna-warni ini akan tetap menjadi hitam-putih?

::All My loving ~ Helloween::

March 13th, 2007 by ariepd

All My loving

[The Beatles]

Close your eyes and I’ll kiss you
Tomorrow I’ll miss you
Remember I’ll always be true
And then while I’m away
I’ll write home everyday
And I’ll send all my loving to you

I’ll pretend that I’m kissing
The lips I am missing
And hope that my dreams
Will come true
And then while I’m away
I’ll write home every day
And send all my loving to you

All my loving, I will send to you
All my loving, darling I’ll be true

Close your eyes and I’ll kiss you
Tomorrow I’ll miss you
Remember I’ll always be true
And then while I’m away
I’ll write home everyday
And I’ll send all my loving to you

All my loving, I will send to you
All my loving, darling I’ll be true
All my loving, I will send to you
All my loving, all my loving
Woo, all my loving, I will send to you